Powered By Blogger

SEKILAS BLOG

One Excellent
Hidup Unggul, Hidup Bermakna... Terus kreatif menciptakan dan meraih makna... Ciptakan Satu, Lahirkan Seribu...!
Lihat profil lengkapku

PENGGEMAR

BEKERJALAH, BERKARYALAH, BERPRESTASILAH...!!!

Rabu, 07 April 2010

BEKERJALAH, BERKARYALAH, BERPRESTASILAH....!!!

Bekerja adalah naluri, fitrah. Tanpa diperintah pun, setiap orang bernaluri untuk bekerja, melakukan apa saja. Baik bekerja dalam pengertian serius maupun agak santai. Perhatikanlah balita: ia tidak diam, selalu beraktivitas; ia sedang bekerja, mengaktifkan dan memfungsikan sel-sel potensi dahsyatnya, sehingga terus berkembang dan matang. Fitrahnya, manusia adalah makhluk bekerja, makhluk yang tidak diam.

Aktivitas bekerja sangat penting bagi perkembangan kemanusiaan. Ia memberi dampak yang sangat luar biasa bagi siapa pun yang melakukannya.

Lebih jauh, bekerja bisa mencerminkan kualitas seseorang. Bahkan, tanpa bekerja seseorang bisa kehilangan dirinya. Mau bukti? Cobalah diam, tidak beraktivitas apa pun, tinggal di suatu tempat tertentu saja, misalnya rumah, terus menerus. Anda menghentikan segala gerak positif yang biasa Anda lakukan. Apa yang akan terjadi? Percayalah, Anda akan jenuh, suntuk, sumpek, bahkan jika berlangsung lama, Anda bisa sakit.

Menganggur itu penyakit, sekaligus menumbuhkan penyakit baru. Bahkan ia mengakibatkan penyakit untuk orang lain. Apa obatnya? Bekerja. Bekerja bisa menyembuhkan seseorang dari penyakit. Bekerja bahkan bisa menyegarkan jiwa dan pikiran seseorang. Bekerja bisa menjadi terapi dari berbagai macam penyakit: penyakit hati, penyakit mental, penyakit pikiran, bahkan penyakit fisik.

Jika Anda ingin awet muda, BEKERJALAH, JANGAN DIAM... Bekerja bisa membuat orang awet muda. Seorang penganggur akan tua lebih cepat ketimbang mereka yang sibuk bekerja dan menikmati pekerjaannya. Karena, orang yang sibuk bekerja adalah orang yang menjalani hidup sesuai fitrah. Orang yang bekerja adalah orang yang dapat memaksimalkan potensi dan energi kerja dalam dirinya. Penyakit muncul ketika sesuatu berjalan tidak sesuai fitrahnya. Penyakit adalah menyimpangnya sesuatu dari peruntukannya.

Yang dimaksud bekerja di sini tidak selalu dipahami sebagai bekerja yang bermotifkan ekonomi, di mana seseorang bekerja kemudian mendapatkan sejumlah uang. Itu hanya salah satu saja. Karena, pada intinya, bekerja mencakup semua aktivitas, gerak dan kreativitas seseorang. Sehingga ia tidak selalu berupa pekerjaan yang menghasilkan uang. Bahkan bisa saja terjadi --mungkin banyak terjadi di sekitar kita-- orang yang rutin mendapatkan gaji per bulan, namun sebenarnya ia tidak bekerja. Ia hanya menerima uang, tapi tidak bekerja, mengaktifkan potensi-potensi gerak dan fitrah bekerja dalam dirinya. Untuk orang seperti ini, meskipun ia menerima uang, sesungguhnya ia menganggur. Dan menganggur itu bisa membuatnya pusing, juga tidak bisa menikmati fitrahnya sebagai manusia yang hidup dan beraktivitas positif. Berkenaan dengan kasus orang seperti ini, kita tidak tidak sedang membicarakan etika kerja dan profesionalisme. Tapi dari segi manajemen diri, tindakannya itu akan menghambat kemajuan dirinya, bahkan merusak dan menghancurkannya.

Allah sendiri adalah Zat Yang Mahasibuk. Kulla yawmin huwa fi sya`nin. Setiap hari Allah berada dalam urusan besar. Allah tidak pernah mengganggur. Karenanya pula Dia mengharamkan pengangguran untuk manusia. Dia memerintahkan manusia untuk selalu beraktivitas, bergerak, tidak berleha-leha, tidak diam... Dalam surat al-Insyirah, Dia perintahkan, "Jika kamu telah selesai dari suatu pekerjaan, maka lakukanlah yang lain (atau berusaha keraslah)..." Faidzaa faraghta fanshab...!!

Kendatipun bekerja merupakan naluri fitrah manusia, namun dalam rangka mengingatkan dan menegaskan, dalam sebuah ayat Allah dengan telak memerintahkan umat beriman untuk berbuat, bekerja, berkarya dan berprestasi. Bekerja adalah kewajiban individual (fardhu ayn), Kewajiban tersebut takkan pernah gugur sebelum dijalankan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Kewajiban bekerja tidak bisa diwakilkan atau didelegasikan. Bekerja bukan kewajiban kifarah (fardhu kifayah). Fardhu kifayah adalah kewajiban yang gugur bila ada orang atau sekelompok orang lain yang telah menjalankannya, misalnya mengurus jenazah..

Perintah bekerja ditegaskan dalam ayat berikut:
"Katakanlah (hai Muhammad, kepada orang-orang beriman): Bekerjalah (i`malu), karena Allah akan melihat pekerjaan kalian; juga Rasul dan orang-orang beriman akan melihatnya. Dan kalian akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui hal gaib dan nyata. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan..." (QS al-Taubah, 9:105)

Jadi, bekerjalah...! Ciptakan kebaikan... Ciptakan manfaat.. Ciptakan prestasi... Ciptakan sejarah bagi diri Anda sendiri...! Bekerja yang terbaik, berlomba dalam menciptakan kebaikan, fastabiqul khayrat... Berkarya yang terbaik.... Dan berprestasilah yang terbaik... untuk dunia dan akhirat... Inilah yang harus menjadi kejaran target setiap Muslim...

Lebih jauh dan menyeluruh, bahasan ini bisa dibaca dalam buku yang telah saya tulis, DIAM BUKAN EMAS... Uraian yang terkait juga bisa dibaca dalam buku saya yang lain, DIFFERENCE FOR EXCELLENCE... Kedua buku itu diterbitkan awal 2009, oleh Penerbit OASE, Bandung.

Apa pun aktivitas positif kita: belajar, mencari nafkah, mengajar, membantu orang, mengurus dan melayani kepentingan sosial, berbisnis, menciptakan lapangan kerja, dan apa pun itu...
SELAMAT BEKERJA, BERKARYA, DAN BERPRESTASI....!!!!


Bandung, 8 April 2010

Ashoff Murtadha

0 komentar:

Posting Komentar